Buscar

Páginas

Wasatiyyah...


Kadang2 saya sangat tidak paham dengan diri, kenapa bila kita cuba untuk memiliki sesuatu itu dan akhirnya apa yg kita usaha itu berjaya kita miliki dengan tiba2 kita menjadi tamak. Bila sudah memiliki sesuatu itu, rasa hanya saya seorang yg punya dan lantaran itu langsung tak nak berkongsi dengan yg lain dan tiba2 fikiran mula dihasuti syaitan utk memiliki sesuatu itu sepenuhnya. Padahal diri tahu yang semua saya miliki hari ini adalah pinjaman semata2. Saya tahu itu dan saya sering ingat akan hal itu...tetapi setiap kali saya akn cuba lupakan hal itu...kenapa??

Kadang2 saya terasa saya sering terdesak mengikut kata hati sehingga hilang pertimbangan akal. Bila begitu saya tidak redha dengan apa yg saya miliki....terpikir bila orang2 yang dekat dan saya sayangi akan pergi suatu hari nnt...seperti ada batu yg terhempap di hati ini....tp saya juga perlu ingat...setiap yg hidup akan kembali pada PenciptaNya....saya hanya seorang hamba yg kasih sayangnya tidak sempurna tetapi Dia Sang Pencipta yang mempunyai 20 sifat dan 99 nama yang kasih sayangnya melebihi dari kasih sayang semua makhluk ciptaan-Nya. Sungguh saya tidak layak. Saya harus redha..tp macam mana?

Istilah Arab, wasat, membawa tiga makna, iaitu to be moderate, to be in the middle, and to be the best. Therefore, when Allah s.w.t describes the Muslim Ummah as a nation that is Wasat, Allah means that we are moderate, we are an Ummah that is in the middle, and that we are the best nation. Atawasoot in an Islamic sense means that the Muslim should try his best to be moderate in all of his affairs, and he should keep away from extreme practices and making extreme statements.

Dalam bahasa yang lebih mudah, Wasat atau Wasatiyyah bermaksud bersederhana. Kenapa tiba2 saya bercerita mengenai wasatiyyah? okay...sesetelah meneliti permasalahan yang saya hadapi sekarang konsep wasatiyyah adalah paling bersesuaian utk saya gunakan didalam kehidupan saya. Saya harus bersederhana dalam memberi dan saya juga harus bersederhana dalam meminta utk apa yang akan diberi oleh orang lain terhadap saya. Saya tidak perlu terlalu meminta perkara2 yg berlebihan yang sehinggakan seperti saya tidak redha akan hal tersebut.

Saya juga perlu ingatkan diri yang setiap apa yg dimiliki hari ini adalah pinjaman dan suatu hari Sang Pemberi akan mengambil kembali apa yang dipinjamkan...itulah lumrah. Seperti mana keturunan saya berjanji utk menjadi Khalifah di muka bumi ini sebegitu juga dengan saya harus mengotakan janji tersebut. Saya harap saya akn lebih tabah dan cekal untuk menghadapi hari2 pada masa akan datang. Apa yang saya beri pada hari ini adalah dari keikhlasan hati saya.Saya mmg insan yang tak sempurna dan mmg juga telah tertulis kejadian saya adalah dari tulang yang bengkok tetapi saya diberi akal dan hati untuk membentuk keimanan diri.Jika satu hari saya jatuh tersungkur dan tidak dapat bangun...diharapkan ada insan2 yang akn bangunkan dan sedarkan saya dari kealpaan untuk mengharapkan belas ehsan orang lain...Saya harus kuat dan tabah...

p/s:Betul kata2 dari AAC "Cinta dan memiliki ada dua perkara yang berbeza"......I want to be moderate, in the middle and the best...Amin...


0 Kata-kata hikmat: